Kamis, 17 Maret 2016

Contoh laporan kunjungan industri

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini telah dilihat dan dibaca oleh:



Wali kelas XI.AP                                                                     Kepala Jurusan Bisnis Manajemen



Dafitri Andri, M.pd                                                                Lasadi, S.pd      





Kepala Sekolah SMK Triguna Utama



Nirachmat, S.Pd
















KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan kunjungan industri ini tanpa suatu halangan pun. Laporan ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada:

1.      Bapak Lasadi, S.Pd selaku Kepala Jurusan Bisnis Manajemen;
2.      Bapak Nirachmat, S.Pd selaku kepala sekolah SMK Triguna Utama;
3.      Bapak Dafitri Andri M.Pd selaku wali kelas;
4.      Dan semua orang yang terlibat yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Saya selaku penulis memohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam pembuatan laporan ini karena pengalaman yang saya miliki masih kurang. Demikian yang dapat saya sampaikan semoga laporan ini bermanfaat dikemudian hari dan bisa memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.



                                                                                                 Tangerang Selatan, Februari 2015


                                                                                                                                     Penyusun,







DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................       1
1.1  Latar Belakang Kunjungan Industri........................................................................    1
1.2  Tujuan Kunjungan Industri....................................................................................     2
1.3  Manfaat Kunjungan Industri.................................................................................     2
a.      Bagi siswa.......................................................................................................        2
b.      Bagi sekolah....................................................................................................       2
c.       Bagi industri....................................................................................................       2
1.4  Lokasi Kunjungan Industri.....................................................................................     2

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................        3
2.1 Profil...................................................................................................................         3
2.2 Hasil Kunjungan Industri......................................................................................      7

BAB III PENUTUP..............................................................................................................        8
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................        8
3.2 Saran...................................................................................................................         8





BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang

Karena besarnya persaingan di dunia kerja, menyebabkan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus di lakukan seiring dengan kemajuan teknologi. SMK sebagai penyiap tenaga kerja dituntut untuk terus memberikan pelayanan dan pendidikan yang terbaik agar siswa-siswi mereka menjadi tenaga kerja yang bukan hanya terdidik tetapi juga memiliki keterampilan yang tinggi agar dapat bersaing di dunia kerja. Dilakukannya kunjungan industri agar siswa dapat mengetahui lebih jauh tentang cara kerja, kedisiplinan, tata tertib kerja, dan mesin-mesin yang di gunakan dalam produksi.
Siswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri sebagi sarana rekreasi, tapi menganggap kunjungan industri sebagai sarana belajar dengan cara mendatangi industri secara langsung, dan melihat urutan-urutan proses kerja di industri tersebut.

Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia kerja. Siswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia industri. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang industri dan proses produksi di bidang bisnis dan manajemen. Siswa harus membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. Siswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama kunjungan industri tentang perusahaan yang bersangkutan.



1.2 Tujuan Kunjungan Industri:

1. Memperluas pengatahuan siswa dalam lingkungan dunia kerja.
2.  Memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan.
3.  Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab.
4. Melihat secara langsung proses produksi dari awal sampai akhir.


1.3 Manfaat kunjungan Industri
a)      Bagi siswa:
1.      Melihat cara kerja langsung produksi.
2.      Menjadi gambaran saat akan bekerja atau menjadi wirausaha.
3.      Meningkatkan kemampuan yang dimiliki setelah melakukan kunjungan.

b)      Bagi sekolah:
1.      Sekolah bisa langsung menunjukkan bagaimana pekerjaan industri.
2.      Memberikan motivasi kepada siswa agar mau berusaha.
3.      Memberikan pendidikan selain di dalam kelas.

c)      Bagi industri:
1.      Dapat berbagi ilmu dengan siswa.
2.      Memperkenalkan hasil produksi mereka.
3.      Memperlihakan bagimana cara proses produksi mereka.
4.      Memperkenalkan sejarah berdirinya perusahaan.


1.4  Lokasi Kunjungan Industri
·         PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. DIV – NOODLE Bandung, Jalan Raya Caringin No 353 Padalarang Bandung Barat 40553, Jawa Barat.
·         C59, Jalan Merak No.2 Kota Bandung, Jawa Barat 40133, Indonesia.




BAB II PEMBAHASAN

2.1 Profil perusahaan

2.1.a. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dahulu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Soedono Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994 menjadi Indofood. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.

Sejarah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dahulu mencapai kesepakatan dengan perusahaan asal Swiss, Nestle S.A, untuk mendirikan perusahaan joint venture yang bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan distribusi produk kuliner di Indonesia maupun untuk ekspor. Kedua perusahaan sama-sama memiliki 50% saham di perusahaan yang diberi nama PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Baik ISM maupun Nestle percaya, mereka dapat bersaing secara lebih efektif di Indonesia melalui penggabungan kekuatan dalam bentuk perusahaan dan tim yang berdedikasi untuk itu.

Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood” atau “Perseroan”) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Kini, Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya.

VISI, MISI, DAN NILAI

Visi      : Perusahaan Total Food Solutions.

Misi     :
·         Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan
·         Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi dan teknologi kami
·         Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan
·         Meningkatkan stakeholders’ values secara berkesinambungan

Nilai    : “Dengan disiplin sebagai falsafah hidup; Kami menjalankan usaha kami dengan menjunjung tinggi integritas; Kami menghargai seluruh pemangku kepentingan dan secara bersama-sama membangun kesatuan untuk mencapai keunggulan dan inovasi yang berkelanjutan.”
Lokasi kantor pusat : Jl.Gatot Subroto Kav 57 No. 101 Jakarta Pusat. 12410 Gedung Sudirman Plaza Indofood Tower.

3
Jenis Produk:
Mie Instan  : Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop Bihun, Mie Telur Cap 3 Ayam.
Tepung       : Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Chesa.

Pangsa pasar

Strategi 3A : - Acceptability, yaitu rasa Indomie yang sudah bisa diterima di lidah konsumen   (Product).
                        - Avalaibility, produk Indomie mudah diperoleh dimana saja (Place).
                             - Affordability, tercermin dari harga eceran Indomie yag terjangkau (Price).

Target pasarnya adalah semua umur kecuali balita.
Jumlah karyawan : Pria          : 679 (47%)
                               Wanita      : 714 (53%)
                               Total         : 1393 orang.

Jumlah produksi :   432.000 pcs. Dalam 1 bulan.      


2.1.b. C59 (PT Caladi lima sembilan)

PT Caladi Lima Sembilan adalah perusahaan yang bergerak dalam industri garmen, khususnya T-Shirt sablon. Resmi berdiri pada tahun 1980, tepatnya 12 Oktober 1980, bertepatan pula dengan pernikahan pasangan  Marius Widyarto Wiwied dan Maria Goreti Murniati. Pada awalnya modal yang dimiliki perusahaan ini sangat terbatas, karena modal awal yang mereka gunakan untuk membuka usaha bukan hasil pinjaman dari bank, teman ataupun orang tua, melainkan dari hasil penjualan kado pernikahan mereka, sebesar Rp. 2,5 juta.

Dengan hanya memiliki dua orang karyawan, sebuah mesin jahit dan satu mesin obras Pak Wiwied mulai berusaha. Nama C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwid, dan istrinya pertama kali tinggal, yaitu di Jalan “Caladi No.59, Bandung”. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah ingat apabila ingin memesan atau membeli lagi. Dengan komitmen untuk memberikan layanan jasa terbaik, sesuai waktu dan kualitas yang diinginkan konsumen, jadilah C59 seperti sekarang ini.

Model bisnis yang pertama kali dijalankan Pak Wiwid dan istrinya ini  adalah dengan melayani pesanan T-shirt bergambar (sablon) dari perorangan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi maupun instansi Pemerintahan di Bandung. Pak Wiwid tidak hanya mendesain dan menyablon saja, tapi juga mengerjakan semuanya. Mulai dari menerima pesanan, membeli bahan, mencelup, menggunting, menyablon, menjahit, sampai mengemas. Walaupun pada saat itu pengerjaannya masih manual belum menggunakan computer.

Tahun 1986, C59 beroperasi dengan 20 mesin jahit. Dan pada tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern. Bersamaan dengan di bangunnya toko retail (showroom) yang pertama di Jalan Tikukur No.10. Pada tahun ini pula penjualan C59 semakin meningkat dengan omzet di atas  Rp 1 miliar.

VISI DAN MISI

Visi : Sebagai clothing yang menyediakan produk-produk untuk semua umur dan memiliki kualitas yang baik.
Misi : produk C59 dapat diterima oleh masyarakat dan C59 dapat dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan pesaingnya.
Lokasi usaha : Jalan Cigadung Raya Timur No.107 Bandung 40191 Telepon. 022-2506640/ 022-2504718

Jenis produk : Kaos sablon, T-shirt, Jaket, Sweater, Polo, aksesoris, Topi, T-shirt Kids.
5
Pangsa pasar : Pemasaran Order dimana aktifitas produksi dilakukan sesuai pesanan / push production. Pesanan produk perusahaan seperti pembuatan produk t-shirt, polo shirt, jacket, sweater, training suit, celana, kemeja, rompi, topi, tas, dompet, mug, paying, gantungan kunci, asbak, ballpoint, sticker, spanduk, banner, baliho, bendera, pin, dan aksesoris – aksesoris lainnya dengan desai dari pemesan. Dan yang paling penting C59 dapat memberikan konsultasi desain plus aplikasi untuk : logo perusahaan, desain event/premium item, point of sales material (POSM) (umbul – umbul, baliho, spanduk, dll).

Pemasaran retail atau eceran perusahaan memproduksi t-shirt printing, jaket, polo shirt, kemeja, dan menjualnya secara eceran melalui showroom dan outlet yang ada dengan desain diciptakan oleh perusahaab sendiri. Desain yang ada pada dasarnya mengikuti selera konsumen.

Target pemasarannya adalah semua golongan tua maupun muda.

Jumlah karyawan : 300 orang.
Jumlah produksi : 3000 – 8000 pcs. dalam 1 bulan.
                            : 400 pcs. Dalam 1 hari.




2.2 Hasil Kunjungan Industri

Pimpinan dan Manajer dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur dan C59 cukup ramah dengan kedatangan kami. Mereka melayani dan menyampaikan penjelasan dengan baik dan jelas serta di tampilkan video bagaimana perjalanan berdirinya perusahaan. Hasil dari kunjungan industri tersebut kami banyak memiliki pengalaman baru mengenai dunia industri secara langsung. Di PT. Indofood CBP Sukses Makmur ini kami diperkenalkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan mencicipi Mie instan yang diproduksinya sedangkan di C59 kami mempraktekan bagaimana cara menyablon. Ketika kami akan pergi dari PT Indofood, kami diberi kenang-kenangan berupa bungkusan yang isinya berbagai macam produk Mie dan dari C59 kami di beri T-shirt.






BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
1.      Dengan diadakannya kunjungan industri siswa siswi diharapkan dapat berpikir maju, kreatif, dan inovatif sehingga dapat menjadi generasi penerus yang di banggakan oleh orangtua, bangsa, dan negara serta mengurangi perilaku yang bersifat negatif, karena bakat dan kemampuannya lebih tersalur kepada hal-hal yang positif yang akan berguna bagi kehidupannya baik sekarang maupun yang akan datang.
2.      Produksi yang dihasilkan oleh PT. Indofood CBP Sukses Maksmur dan C59 sudah cukup terkenal di masyarat lokal dan produk-produk mereka juga di ekspor ke luar negeri seperti Eropa, ASEAN, Australia, Cina, Jepang, Hongkong, dan Amerika.
3.    Percaya diri, semangat, pantang menyerah, terus berusaha seperti yang di contohkan Pak Wiwied adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan kegigihan membuat usaha itu adalah penting demi kelangsungan hidup.


3.2 SARAN
·         Kendala-kendala pada saat di dalam perusahaan seperti kunjungan saat hampir jam istirahat untuk para pegawai yang membuat tur terlalu terburu sehingga peserta kunjungan industri kurang menangkap penjelasan dan objek yang di jelaskan serta satu sesi acara dibatalkan. Untuk kedepannya perusahaan agar memperhatikan jam kunjungan dan agar tidak terjadi kembali di kemudian hari.
·         Saya berharap agar program Kunjungan Industri ini tetap dilanjutkan untuk tahun-tahun yang akan datang.




Mengetahui,                                                                     Tangerang Selatan, 27 Februari 2015
Wali Kelas XI.AP                                                                Yang Membuat Laporan,




Dafitri Andri, M.Pd                                                                  Yoga Pradana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar