Kamis, 17 Maret 2016

Contoh laporan kunjungan industri

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini telah dilihat dan dibaca oleh:



Wali kelas XI.AP                                                                     Kepala Jurusan Bisnis Manajemen



Dafitri Andri, M.pd                                                                Lasadi, S.pd      





Kepala Sekolah SMK Triguna Utama



Nirachmat, S.Pd








MEA, PARADOKS HARAPAN VS PERMASALAHAN

MEA, PARADOKS HARAPAN VS PERMASALAHAN
“SUDUT PANDANG BAGI PELAJAR”


Awal Januari 2016 menjadi sebuah momentum yang sangat besar bagi seluruh bangsa yang berada di Asia Tenggara. Yaitu, dimulainya pasar bebas atau MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Kurang lebih dua dekade yang lalu tepatnya Desember 1997 ketika KTT ASEAN yang diselenggarakan di Kota Kuala Lumpur, Malaysia disepakati adanya ASEAN Vision 2020 yang intinya menitik beratkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur, dan kompetitif dengan pertumbuhan ekomoni yang adil dan merata serta dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. sebuah sistem perdagangan bebas antar negara anggota ASEAN, dalam sistem ini dihilangkan bea cukai dan negara-negara lain bebas dalam memasukan barangnya.

MEA memiliki empat pilar utama. Pertama, ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas. Kedua, ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindugan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce. Ketiga, ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam. Keempat, ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN antara lain, meningkatkan stabilitas perekonomian dan perdagangan serta investasi di kawasan ASEAN. Seperti yang kita ketahui menurunnya pertumbuhan ekonomi global saat ini dan memanasnya situasi keamanan di Laut Cina Selatan yang mengancam stabilitas ekonomi di Asia khususnya kawasan Asia Tenggara, dapat menyebabkan menurunnya investasi dari luar negeri dan ekspor-impor karena ketidak pastian situasi dan kondisi di kawasan.

Sebagai pelajar, ada kesempatan dan peluang baru dalam dunia usaha. Pertama, kesempatan dibukanya banyak lapangan pekerjaan dan didukung oleh para wirausahawan untuk meningkatkan mutu dan kualitas usaha yang didirikannya agar bisa bersaing dengan wirausahawan- wirausahawan dari negara lain untuk menciptakan persaingan sehat dalam dunia usaha dan mendongkrak perekonomian dalam negeri khususnya sektor riil.

Kedua, adanya jaminan kepada para pekerja dari segi kesehatan, keamanan, serta tunjangan yang diberikan oleh perusahaan agar para pekerja meningkatkan kualitas dan semangat dalam melaksanakan pekerjaannya. Ketiga, produk barang dan jasa dari dalam negeri dapat dipasarkan secara bebas tanpa adanya hambatan, seperti kebijakan yang berlaku di negara lain dalam mengatur keluar masuk barang menjadi lebih cepat dan efisien serta mengurangi ongkos pengiriman dan pengurusan barang.
Dan keempat, pariwisata merupakan sektor yang menyumbang devisa terbesar karena,  indeks kunjungan wisatawan dari manca negara yang datang ke Indonesia meningkat 2 juta pertahun. Pemerintah dapat meningkatkan promosi tempat wisata yang ada di Indonesia dari wisata alam, laut, budaya, kuliner dan lain-lain. Sehingga wisatawan dari manca negara yang berkunjung ke Indonesia akan meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun.

Selain peluang yang besar dan kesempatan yang luas, ada beberapa kekawatiran penulis yang mungkin dapat terjadi di era pasar bebas ini. Di antaranya, kualitas SDM (sumber daya manusia) khususnya para pelajar pemuda-pemudi. Banyak teman di antara pelajar dari penulis yang pesimistif dengan di berlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan rendahnya keterampilan yang dimiliki. Ada yang berpendapat kemampuan mereka belum mencukupi bahkan ada yang mengatakan tidak peduli dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Mereka lebih suka mementingkan hal-hal yang sedang tren di kalangan remaja yang ada di smartphone atau HP mereka daripada belajar lebih giat lagi agar dapat bersaing dengan SDM dari luar. Ini adalah realita yang sedang dihadapi generasi penerus bangsa pada saat ini.  persaingan yang sangat ketat bisa jadi kita hanya akan menjadi penonton bukan pemain.

Berikutnya, ada sektor-sektor yang dapat mempekerjakan tenaga asing sehingga pekerja Indonesia dapat tersingkir dari mereka yang memiliki keterampilan dan kualitas dibidangnya. Contohnya dalam bidang kesehatan, banyak lulusan dibidang kedokteran yang sulit mendapatkan pekerjaan  di rumah sakit  karena rata-rata rumah sakit mencari dokter yang sudah benar-benar berpengalaman. Selanjutnya, jasa logistik banyak jasa yang menawarkan pelayanan antar kirim barang dengan cepat, terjamin langsung sampai kepenerima, dan rahasia. Sehingga banyak konsumen beralih ke jasa kiriman milik Swasta dari pada pengiriman barang konvensional yang dimiliki pemerintah karena ada anggapan pengiriman yang lambat, terkadang tak sampai ke penerima, dan kurang terjaminnya keamanan.

Kemudian, produk-produk buatan dalam negeri seperti produk kerajinan, elektronik, otomotif, teksil dan lain sebagainya akan terancam dengan masuknya barang impor dari luar negeri yang lebih berkualitas, awet dan bagus. Ini bisa menyebabkan mundurnya sektor usaha khususnya pengusaha bermodal kecil sampai sedang. Bagi pengusaha bermodal sedang mungkin masih bisa bertahan karena dapat secara bertahap meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Sedangkan bagi pemodal kecil akan mengalami defisit dalam usahanya seperti biaya Bahan baku yang tinggi, ongkos pengiriman barang yang mahal, belum lagi biaya-biaya operasional lainnya. Bahkan bisa menyebabkan usahanya sampai gulung tikar karena tidak bisa bersaing di pasar bebas karena kalah dengan produk impor dari luar negeri maupun dari Pemodal besar.

Dampak dari arus bebas investasi menimbulkan eksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia oleh perusahaan asing. Apabila Indonesia tidak dapat menanganinya dengan baik maka eksploitasi besar-besaran akan membuat Indonesia mengalami kerugian dan menyebabkan kerusakan alam. Ketersediaan dan kualitas infrastruktur di Indonesia juga masih kurang. Jalur-jalur darat, air maupun udara untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dan Indonesia dengan negara lain belum memadai. Hal tersebut memberi dampak pada kelancaran arus ekspor dan impor di Indonesia. Maka, daripada itu di masa pemerintahan presiden Jokowi sekarang ini sedang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan karena, harga barang dan jasa di wilayah tersebut dua kali lebih mahal dari harga normal yang ada di kota. Dengan memperbaiki infrastruktur yang ada di sana akan memudahkan dalam jalur pasokan logistik agar bisa sampai ke semua wilayah perbatasan yang ada di Indonesia dan semua harga barang dan jasa akan sama dengan harga yang ada di kota-kota besar.

Dari penjabaran di atas penulis dalam hal ini ingin menyampaikan kepada masyarakat Indonesia khususnya pelajar, Masyarakat Ekonomi ASEAN bukan suatu hal yang menakutkan melainkan sebagai tempat untuk menunjukkan potensi dan bakat yang ada didiri kita masing-masing. Kita dapat mencari informasi dan menambah wawasan serta ilmu juga keterampilan dari berbagai sumber yang ada agar kita bisa dan siap untuk menghadapi rintangan yang terjadi di era pasar bebas ini. Apapun yang pemerintah lakukan sekarang ini, demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia untuk masa depan yang lebih baik harus kita dukung.

Marilah kita merubah mindset atau cara berpikir kita, dari selalu banyak berkumpul bersama teman-teman dan melakukan pembicaraan yang tidak baik menjadi berkumpul untuk membahas materi pelajaran dan mencari hal-hal baru. Juga jangan mudah terpedaya dengan ajakkan teman yang belum tentu baik untuk diri kita dan malah merugikan diri kita sendiri. Cari tahu kelemahan diri sendiri agar dengan kelemahan tersebut kita dapat belajar lebih giat untuk berusaha lagi untuk bisa menutupi kelemahan tersebut dan jika kita memiliki kelebihan pertahankan kelebihan yang kita miliki, jangan menyombongkan diri, dan jangan cepat berpuas diri.

Harapan penulis kepada Sekolah Kejuruan yang ada di tanah air agar terus meningkatkan kualitas pengajaran khususnya dibidang-bidang kejuruan yang ada di sekolah tersebut. Dan guru-guru yang memberikan materinya harus sesuai dengan keahliannya atau berkompeten dibidangnya masing-masing. Juga sertifikasi yang diberikan setiap sekolah kejuruan sebagai pengakuan bagi setiap siswa yang sudah melakasanakan prakerind di perusahaan dan terbukti memiliki keterampilan dan kemampuan dapat memberikan motivasi dan modal untuk mereka agar bisa menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka dalam dunia kerja yang penuh persaingan.